
Air badai
Air hujan merupakan badan air alami yang terbentuk ketika uap air di atmosfer mengembun menjadi awan dan akhirnya jatuh ke permukaan Bumi dalam bentuk cair. Air hujan merupakan komponen penting dalam siklus air Bumi dan memiliki dampak yang signifikan terhadap ekosistem alam, produksi pertanian, kehidupan perkotaan, dan sebagainya. Air hujan tidak hanya merupakan sumber air permukaan yang vital, tetapi juga memainkan peran penting dalam pengelolaan sumber daya air, perlindungan lingkungan, dan perencanaan perkotaan.
Meskipun air hujan memegang peranan penting dalam siklus air alam dan merupakan sumber daya yang berharga di banyak wilayah, pengelolaan yang tidak tepat atau kejadian curah hujan ekstrem dapat menimbulkan bahaya yang serius. Pengelolaan air hujan yang efektif, pembangunan sistem drainase, restorasi ekologi, dan langkah-langkah pengendalian banjir merupakan kunci untuk mengurangi dampak negatif air hujan, melindungi lingkungan, dan menjamin keselamatan masyarakat.

KACISE’s Solusi pemantauan air hujan ini akan membantu pihak berwenang terkait melindungi lingkungan dari dampak tak terduga yang ditimbulkan oleh air hujan. Selain itu, di bidang pemanfaatan air hujan, KACISE juga akan menyediakan solusi pengumpulan air hujan untuk membantu pengguna memantau tingkat ketinggian dan kualitas air hujan yang terkumpul.
Solusi Sistem Pemantauan Air Hujan:

1. Pengukuran Curah Hujan dan Ketinggian Air Sungai secara Real-time

Curah hujan merupakan indikator utama untuk mengukur intensitas hujan, yang secara langsung memengaruhi pengambilan keputusan di berbagai bidang seperti pengelolaan sumber daya air, peringatan banjir, dan irigasi pertanian. Ketinggian air sungai merupakan faktor krusial dalam menentukan terjadinya bencana banjir. Curah hujan secara real-time dapat diukur menggunakan alat ukur hujan tipe tipping bucket, sedangkan ketinggian air sungai dapat diukur menggunakan sensor ketinggian ultrasonik. Sensor ketinggian tersebut mengumpulkan data secara berkala, dan ketika data mencapai ambang batas yang ditetapkan, sinyal peringatan akan terpicu. sensor level ultrasonik dari KACISE memiliki resolusi hingga 0,1 mm, tingkat perlindungan IP68, dan fitur kompensasi suhu bawaan. Alat ini dapat membantu Anda memperoleh pembacaan ketinggian air yang akurat dengan perawatan minimal.
| Curah hujan (mm/jam) | Bencana yang Mungkin Terjadi: |
| 0 – 2 mm/jam | Tidak ada bencana besar |
| 2–5 mm/jam | Penumpukan air dalam skala kecil |
| 5–10 mm/jam | Genangan air di perkotaan, banjir lokal |
| 10–20 mm/jam | Hujan lebat dalam jangka pendek, genangan air, banjir lokal, tanah longsor |
| 20 – 50 mm/jam | Banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan air di perkotaan, bencana berskala besar |
| 50 – 100 mm/jam | Banjir akibat hujan lebat, banjir bandang, tanah longsor, genangan air berskala besar di perkotaan, genangan air di lahan pertanian |
| >100 mm/jam | Hujan sangat lebat, banjir dahsyat, banjir bandang berskala besar, tanah longsor parah, genangan air berskala besar di perkotaan |
2. Pemantauan Kualitas Air Hujan

Pemantauan kualitas air hujan sangat penting untuk mengidentifikasi sumber-sumber pencemaran, melindungi ekosistem perairan, dan memastikan keamanan kualitas air. Parameter-parameter yang perlu dipantau dalam air hujan antara lain pH, kekeruhan, logam berat, kadar minyak, dan sebagainya, yang membantu menilai tingkat pencemaran pada air hujan dan juga mencerminkan tingkat pencemaran atmosfer.
| Jenis-jenis Hujan yang Tercemar | Bencana yang Mungkin Terjadi | Sensor yang direkomendasikan untuk digunakan |
| Hujan yang tercemar zat asam atau basa | Korosi pada bahan bangunan, kerusakan pada pertumbuhan tanaman, dan dampaknya terhadap kehidupan perairan. | sensor pH |
| Hujan yang tercemar logam berat | Logam berat bersifat beracun dan menimbulkan ancaman bagi lingkungan serta kesehatan manusia. | Alat Analisis Logam Berat Seri 600 |
| Hujan yang mengandung polutan organik | Eutrofikasi perairan, ledakan alga, yang mengakibatkan penurunan kadar oksigen terlarut dalam air. | Dewan Direksi,Sensor DO |
| Hujan berminyak dan tercemar | Pencemaran perairan yang menyebabkan terbentuknya lapisan minyak di permukaannya, sehingga mengurangi kadar oksigen terlarut dalam air. | Minyak dalam air、Sensor DO |
| Hujan yang tercemar akibat badai pasir | Polusi sumber air, yang berdampak pada sistem pernapasan manusia. | Sensor Kekeruhan |
3. Pemantauan Aliran dan Kecepatan Air Sungai atau Pipa

Pengukuran debit air hujan, terutama debit di saluran drainase dan sungai setelah terjadi curah hujan, sangat penting bagi sistem peringatan dini banjir, pengelolaan sumber daya air, serta pengoperasian dan optimalisasi sistem drainase perkotaan. KACISE’s Alat ukur laju aliran Doppler Alat ini sangat cocok untuk mengukur kecepatan aliran dan debit cairan dalam pipa. Alat ini juga dapat mengukur ketinggian air dan suhu, serta umumnya digunakan di saluran terbuka dan pipa.
4. Pemantauan Ketinggian Air Banjir

Dengan memasang sensor ketinggian air di area-area yang rawan genangan air, kondisi banjir dapat dipantau secara real-time. Ketika ketinggian air menjadi terlalu tinggi, alarm akan berbunyi untuk memberi peringatan kepada pengguna agar mengambil tindakan yang tepat dan mencegah kerusakan lebih lanjut. KACISE’s sensor level kapasitif sangat cocok untuk skenario semacam itu. Dalam kasus penumpukan air yang dalam, sensor level radar dan ultrasonik mungkin terendam atau mengalami titik buta, sehingga menyebabkan kegagalan pengukuran. Namun, sensor level kapasitif tidak memiliki titik buta dan tidak akan menghasilkan hasil yang salah, bahkan jika terendam dalam air.
