Kalibrasi oksigen terlarut adalah proses penyesuaian sebuah Pengukur DO untuk memastikan hasil pengukurannya secara akurat mencerminkan konsentrasi oksigen yang sebenarnya dalam air atau cairan lainnya. Alat pengukur DO dapat mengalami penyimpangan seiring waktu akibat penuaan sensor, degradasi membran, atau faktor lingkungan. Kalibrasi berfungsi untuk mengkompensasi perubahan-perubahan tersebut, sehingga menjaga ketepatan dan keandalan alat pengukur tersebut.
Namun, bahkan sensor yang paling canggih sekalipun tetap memerlukan kalibrasi oksigen terlarut secara berkala.
Panduan ini membahas KWS-600,KWS-630,dan KWS-670 sensor oksigen terlarut tipe fluoresensi sebagai contoh untuk menjelaskan secara sistematis prosedur kalibrasi oksigen terlarut, persiapan larutan standar, serta tindakan pencegahan operasional yang penting. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi di sini.
Mengapa Alat Pengukur Oksigen Terlarut Perlu Dikalibrasi?
- Pemantauan Lingkungan yang Akurat: Organisme air bergantung pada tingkat oksigen tertentu; pembacaan yang tidak akurat dapat menyembunyikan kejadian pencemaran atau hipoksia.
- Budidaya Perairan yang Dioptimalkan: Budidaya ikan dan udang memerlukan pengendalian kadar oksigen terlarut (DO) yang tepat guna menjaga kesehatan stok.
- Pengolahan Air Limbah yang Efisien: Kadar oksigen terlarut (DO) memengaruhi aktivitas mikroba dan efisiensi pengolahan.
- Kepatuhan terhadap Peraturan: Banyak standar lingkungan mewajibkan kalibrasi berkala untuk memastikan keabsahan data.
Kalibrasi rutin—sebelum penggunaan pertama kali, setelah penyimpanan dalam jangka waktu lama, dan secara berkala selama pengoperasian—sangat penting untuk menghindari kesalahan pengukuran yang dapat mengganggu penelitian, operasi, atau kepatuhan.
Memahami Pengukuran Oksigen Terlarut
Oksigen terlarut mengacu pada jumlah gas oksigen yang terlarut dalam suatu cairan, yang biasanya diukur dalam miligram per liter (mg/L) atau sebagai persentase saturasi (% sat). Alat pengukur DO menggunakan salah satu dari probe polarografik/galvanik atau sensor optik untuk mendeteksi kadar oksigen.
- Sensor Polarografik/Galvanik: Sensor elektrokimia yang memerlukan membran yang diisi dengan elektrolit; sensitif terhadap kondisi membran.
- Sensor Optik: Menggunakan teknologi pemadaman luminesensi; umumnya lebih stabil dan membutuhkan perawatan yang lebih sedikit.
Kedua jenis sensor tersebut memerlukan kalibrasi untuk memastikan hasil pembacaan mencerminkan konsentrasi DO yang sebenarnya secara akurat.
Jenis-jenis Kalibrasi Oksigen Terlarut
Sensor seri KWS mendukung dua fungsi utama kalibrasi oksigen terlarut metode:
| Jenis Kalibrasi | Karakteristik | Parameter yang Telah Disesuaikan |
| Kalibrasi Satu Titik (1-Titik) | Biasanya menggunakan Titik jenuh 100% sebagai acuan. Mudah dilakukan, cocok untuk perawatan rutin. | Menyesuaikan Nilai K |
| Kalibrasi Dua Titik (2-Titik) | Menggunakan keduanya, yaitu titik nol dan titik jenuh untuk kalibrasi, sehingga menghasilkan akurasi yang lebih tinggi. Cocok untuk kalibrasi ulang atau probe baru. | Menyesuaikan Nilai K dan Nilai B |
K mewakili kemiringan, sedangkan B mewakili offset nol.
Berbeda kalibrasi oksigen terlarut Jenis-jenis tersebut dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan aplikasi.
Penyiapan Larutan Standar untuk Kalibrasi Oksigen Terlarut
1. Larutan Standar Titik Nol
Kalibrasi nol menentukan nilai keluaran probe dalam kondisi bebas oksigen.
Langkah-langkah persiapan:
- Tuangkan 95–200 mL air suling atau air deionisasi ke dalam gelas kimia.
- Tambahkan sekitar 5 g natrium sulfit anhidrat (Na₂SO₃).
- Aduk dengan batang kaca hingga benar-benar larut untuk mendapatkan larutan natrium sulfit ~5%.
- Jika masih terdapat kristal yang belum larut, berarti larutan tersebut sudah jenuh dan siap digunakan.
- Larutan ini menyerap oksigen terlarut dengan cepat, hingga mencapai hampir 0 mg/L, dan digunakan untuk kalibrasi oksigen terlarut titik nol.
2. 100% Lingkungan yang Jenuh Oksigen
Digunakan untuk kemiringan (skala penuh) kalibrasi.
Metode 1: Air yang Dipenuhi Udara (Disarankan)
- Isi sekitar dua pertiga bak air termostatik dengan air suling segar.
- Lakukan aerasi secara terus-menerus menggunakan pompa udara kecil selama setidaknya satu jam.
- Biarkan selama sekitar 20 menit untuk mendapatkan air yang jenuh oksigen.
Metode 2: Metode Udara Lembap (Versi Sederhana di Lokasi)
- Bersihkan membran optik sensor.、
Letakkan probe di lingkungan yang lembap (misalnya, wadah tertutup yang berisi sedikit air).
Setelah pembacaan stabil, lakukan pengukuran skala penuh kalibrasi oksigen terlarut.
Prosedur Kalibrasi Oksigen Terlarut
1. Kalibrasi Titik Nol
- Masukkan probe ke dalam Larutan natrium sulfit 5%.
- Pastikan kepala membran berada dalam posisi sepenuhnya terendam dan bebas gelembung udara.
- Jadikanlah itu sebagai lambang sekitar 3 menit sampai hasil pembacaan menjadi stabil.
- Jalankan “Kalibrasi Oksigen Terlarut Nol” perintah pada instrumen atau melalui perangkat lunak komputer utama.
- Simpan pengaturan.
2. Kalibrasi Skala Penuh (Kemiringan)
- Masukkan probe ke dalam air yang jenuh dengan udara (atau sebuah lingkungan dengan udara lembap).
- Jadikanlah itu sebagai lambang sekitar 3 menit sampai hasil pembacaan menjadi stabil.
- Jalankan “Kalibrasi Oksigen Terlarut pada Kemiringan” perintah dan simpan pengaturan.
3. Kalibrasi Manual Dua Titik (Nilai K & B) (Contoh: KWS-630)
Apabila diperlukan perhitungan manual terhadap parameter kalibrasi, lakukan langkah-langkah berikut:
- Kembalikan ke pengaturan default: K = 1, B = 0.
- Ukur nilai Y dalam lingkungan oksigen 100% (misalnya, Y = 0,96).
- Ukur nilai X dalam larutan nol (misalnya, X = 0,015).
- Hitung: Contoh: K ≈ 1,05, B ≈ -0,016.
- Masukkan parameter ke dalam sensor melalui perintah MODBUS. Dengan demikian, proses ini telah selesai. kalibrasi oksigen terlarut dua titik.
Perhitungan:

(Contoh hasil: K ≈ 1,05, B ≈ –0,016)
Setelah memperoleh parameter yang telah dihitung,tuliskan nilai-nilai (K dan B) ke dalam sensor melalui Perintah MODBUS.
Bahan dan Peralatan yang Diperlukan untuk Kalibrasi Oksigen Terlarut
| Nama | Deskripsi |
| Sodium Sulfit Anhidrat (Na₂SO₃) | Digunakan untuk menyiapkan larutan kalibrasi titik nol (bebas oksigen) |
| Air Suling / Air Deionisasi | Media kalibrasi dan pelarut untuk persiapan larutan |
| Gelas Ukur & Tongkat Pengaduk Kaca | Untuk menyiapkan dan mencampur larutan kalibrasi |
| Pompa Udara Kecil / Aerator | Digunakan untuk mengaerasi air dan menghasilkan larutan yang jenuh udara (100%) |
| Sarung tangan, Silinder ukur, Timbangan | Pastikan pengoperasian laboratorium yang aman dan pengukuran yang akurat |
| Bak Air Termostatik (Opsional) | Mengatur suhu air yang jenuh udara selama proses kalibrasi |
Komponen-komponen ini secara bersama-sama membentuk sebuah sistem yang lengkap Pengaturan kalibrasi oksigen terlarut, guna memastikan keakuratan dan konsistensi kalibrasi.
Tindakan Pencegahan Selama Kalibrasi Oksigen Terlarut
| Barang | Poin-Poin Utama |
| Pembersihan & Pencegahan Terbentuknya Gelembung | Bersihkan permukaan membran probe secara menyeluruh sebelum kalibrasi untuk mencegah menempelnya gelembung udara. |
| Kompensasi Suhu | Pastikan sensor suhu berfungsi dengan baik untuk menghindari kesalahan konversi. |
| Waktu Stabilisasi | Biarkan setiap titik kalibrasi diam selama minimal 3 menit hingga pembacaan nilainya benar-benar stabil sebelum melanjutkan. |
| Kondisi Lingkungan | Hindari cahaya yang terlalu terang, gangguan magnetik, dan getaran yang dapat memengaruhi akurasi kalibrasi. |
| Kebaruan Solusi | Larutan tanpa oksigen dan air yang jenuh oksigen harus disiapkan setiap kali untuk mencegah perubahan konsentrasi oksigen. |
| Pencatatan Data | Catat waktu kalibrasi, nama operator, dan nilai parameter untuk keperluan penelusuran dan pengendalian mutu. |
Dengan menerapkan praktik-praktik ini, keandalan dan konsistensi sistem Anda akan meningkat secara signifikan kalibrasi oksigen terlarut.
Kesimpulan
Baik itu KWS-600,KWS-630, dan KWS-670 Dalam seri ini, ketepatan sensor oksigen terlarut tipe fluoresensi pada akhirnya bergantung pada kalibrasi oksigen terlarut dan pemeliharaan.
Dengan menguasai cara menyiapkan larutan standar, memahami pentingnya parameter K/B, dan mengikuti prosedur yang terstandarisasi, Anda dapat memastikan sensor Anda tetap berfungsi secara optimal—sehingga menghasilkan data yang akurat dan stabil untuk pemantauan kualitas air.



