1. Latar Belakang Proyek

Sensor CO₂ Terlarut KWS-5000 dalam Pemantauan Air Sawah

2. Kondisi Lokasi dan Persyaratan Pemantauan

Lokasi percontohan ini mencakup beberapa sawah yang berdekatan dan dilengkapi sistem irigasi terkendali. Persyaratan utama:

  • Jenis perairan: Saluran irigasi dan sawah yang tergenang air
  • Tujuan pemantauan: Pemantauan CO₂ terlarut secara berkelanjutan
  • Output sinyal: RS485 (Modbus RTU) untuk integrasi langsung dengan sistem terminal di peternakan
  • Pemasangan: Probe perendaman di air sawah yang dangkal
  • Lingkungan: Air berlumpur yang rentan ditumbuhi ganggang, seperti yang umumnya ditemukan di lahan sawah

Sistem tersebut harus dapat beroperasi secara andal dalam kondisi lapangan normal dan memberikan pembacaan CO₂ yang akurat untuk pengambilan keputusan agronomi.

3. Konfigurasi Sistem

  • Teknologi pengukuran NDIR (inframerah non-dispersif)
  • Output RS485 Modbus RTU, yang terhubung langsung ke terminal pemantauan peternakan
  • Desain tahan air IP68 untuk perendaman terus-menerus
  • Sarung pelindung yang dapat dilepas untuk memudahkan pembersihan dalam kondisi berlumpur
Sensor CO₂ Terlarut KWS-5000 dalam Air 800x800

4. Pemasangan dan Pengoperasian Awal

Langkah-langkah penerapan:

  1. Tentukan titik-titik yang mewakili di saluran irigasi dan sawah yang tergenang air.
  2. Pasang sensor pada braket yang kokoh, pastikan kepala probe terendam dan terlindung dari kotoran.
  3. Hubungkan output RS485 ke sistem terminal peternakan.
  4. Lakukan kalibrasi awal menggunakan air acuan.

Pemasangan tersebut tidak mengganggu kegiatan irigasi sehari-hari dan memastikan akses yang mudah untuk pemeliharaan.

5. Kinerja Operasional

Setelah dipasang, sensor tersebut memberikan data CO₂ secara terus-menerus:

  • Konsentrasi CO₂ di saluran irigasi: ~1.300–4.200 ppm
  • Kadar air di sawah yang tergenang: ~1.000–3.500 ppm
  • Pola yang teramati: Puncak pada siang hari yang berkorelasi dengan respirasi akar dan kenaikan suhu; nilai yang lebih rendah pada dini hari

Wawasan ini memungkinkan para ahli agronomi untuk mengoptimalkan irigasi dan pengelolaan air, sehingga memastikan kesehatan zona akar dan siklus nutrisi yang seimbang.

6. Ringkasan Proyek