1. Latar Belakang Proyek

Proyek ini dilaksanakan di sebuah instalasi pengolahan air minum milik pemerintah kota yang menggunakan air sungai sebagai sumber air baku utamanya.
Sungai yang menjadi sumber air tersebut mengalir sejajar dengan jalan-jalan utama dan melintasi kawasan campuran perumahan dan komersial, sehingga menimbulkan potensi risiko kontaminasi minyak olahan.

Meskipun lapisan minyak yang terlihat jarang teramati, para insinyur pabrik membutuhkan solusi yang mampu mendeteksi kontaminasi minyak pada tingkat jejak sebelum air masuk ke proses pengolahan, sehingga meningkatkan tingkat keamanan air baku.

KWS-1003: Sensor Minyak dalam Air Berbasis Online untuk Pemantauan Air Baku di Instalasi Pengolahan Air Minum

2. Sumber-sumber Potensial Kontaminasi Minyak

Sumber-sumber potensial kontaminasi utama antara lain:

  • Kejadian yang berkaitan dengan transportasi
    Kapal tanker minyak yang melintas di jalan-jalan di sekitarnya berpotensi menyebabkan produk minyak olahan masuk ke sungai jika terjadi kecelakaan.
  • Pembuangan limbah yang tidak sesuai di sepanjang tepi sungai
    Restoran, rumah pribadi, dan vila yang terletak di sepanjang sungai mungkin secara tidak sengaja atau secara ilegal membuang air limbah yang mengandung minyak, atau mengalami kebocoran pada peralatan.

Akibatnya, kontaminasi tersebut umumnya terdiri dari produk minyak olahan campuran, seperti bensin, minyak tanah, solar, dan minyak pelumas, dalam konsentrasi rendah.

3. Konfigurasi Sistem

4. Pemantauan Kinerja

Setelah dimulainya pengoperasian, sistem tersebut berhasil beroperasi secara stabil dan berkelanjutan:

  • Dalam kondisi normal, konsentrasi minyak tetap stabil pada kisaran 0,05–0,12 mg/L
  • Selama hujan atau pada jam-jam sibuk, peningkatan jangka pendek pada 0,20–0,35 mg/L teramati, biasanya berlangsung selama 30–60 menit
  • Ambang batas alarm ditetapkan pada 0,50 mg/L, dan belum pernah terjadi peristiwa penghentian aliran masuk

Sikat pembersih otomatis tersebut secara efektif mengurangi penumpukan kotoran, sehingga menjaga penyimpangan pengukuran tetap dalam batas ±5% dan meminimalkan kebutuhan pemeliharaan manual.

Setelah 8 bulan beroperasi tanpa henti, analisis statistik menunjukkan bahwa lebih dari 96% titik data pemantauan tetap di bawah 0,20 mg/L, yang menunjukkan bahwa kondisi air baku tetap stabil dan kinerja sensor dapat diandalkan.

5. Ringkasan Proyek