Latar Belakang: Dataran Weihe di Shaanxi merupakan kawasan penghasil pangan utama di Tiongkok, khususnya untuk tanaman seperti gandum dan jagung. Namun, seiring dengan perubahan iklim yang menyebabkan ketidakstabilan sumber daya air, pengelolaan irigasi menjadi semakin menantang. Untuk meningkatkan efisiensi pertanian dan menghemat air, banyak koperasi pertanian di Shaanxi telah menerapkan sistem irigasi cerdas berbasis IoT.
Sistem Otomatis: Beberapa pertanian dan koperasi di Dataran Weihe telah menerapkan sistem irigasi cerdas yang memanfaatkan sensor nirkabel, pengendali cerdas, dan platform berbasis awan. Sistem ini mengintegrasikan transmisi data nirkabel, otomatisasi, dan tenaga surya untuk mengoptimalkan proses irigasi.
Peralatan yang Digunakan:


- Pengukur Aliran Saluran Terbuka Nirkabel: Dipasang di saluran irigasi dan sistem drainase, alat ukur aliran ini mengirimkan data aliran secara nirkabel ke platform manajemen, sehingga memastikan pemantauan air yang akurat.
- Sensor Level Radar: Sensor-sensor ini dipasang di kolam irigasi dan waduk untuk memantau ketinggian air serta mengirimkan data ke sistem pengendali guna dilakukan penyesuaian.
- Sensor Kualitas Air Bertenaga Surya: Sensor-sensor ini memantau kualitas air irigasi, guna memastikan air tersebut memenuhi standar yang ditetapkan untuk keperluan pertanian.
Hasil:
- Penggunaan air irigasi berkurang sebesar 30%, sehingga meningkatkan kondisi pertumbuhan tanaman dan meningkatkan hasil panen sekitar 15%.
- Sistem irigasi cerdas tersebut secara otomatis menyesuaikan volume irigasi berdasarkan prakiraan cuaca dan pemantauan kualitas air, sehingga meminimalkan pemborosan air.
- Sensor bertenaga surya berhasil mengurangi konsumsi listrik, sehingga menurunkan biaya operasional.
